Sinergi Program
Komentar
Untuk sementara belum ada Komentar yang masuk...
_(1).png)
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Provinsi Bali
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Berita Desa
Bukan Bali namanya, kalau di setiap jengkal wilayah tanpa memiliki tradisi unik. Seperti yang terjadi di Banjar Binong, Desa Werdi Bhuwana, Kecamnatan Mengwi, Badung, tepatnya setiap pujawali di Pura Dauh Pasar. Di mana setiap pujawali, walaupun upacara dan upakaranya setingkat nadi (nyelihan dengan upakara babangkit), sama sekali tidak pernah dipuput seorang sulinggih. Seperti apa ceritanya? Ikuti ulasannya berikut ini.
Werdi Bhuwana, Pura Dauh Pasar, atau krama Binong kerap menyebut Pura Kaja, karena posisinya memang di ujung utara (kaja : bahasa Bali) Banjar Binong. Pura Dauh Pasar statusnya pura umum, namun diempon umat Hindu Banjar Binong, dan beberapa ada umat Hindu yang berada di luar Banjar Binong, misalnya krama Banjar Sayan Baleran, bahkan pernah pengemponnya sampai wilayah Mengwi.
Pujawalinya jatuh setiap Budha Cemeng Ukir, enam bulan sekali menurut kalender Bali. Pujawali tidak pernah ada istilah puyung, seperti di Pura Puseh Sakti misalnya yang juga diempon oleh krama Banjar Binong justru melaksanakan piodalan nyelih-puyung.
Khusus untuk di Pura Dauh Pasar, kebiasaan pujawali setiap enam bulan sekali dengan tingkatan upakara babangkit, namun sejak dulu tidak pernah dipuput seorang sulinggih.
Hal ini diungkapkan jro mangku Pura Dauh Pasar Jro Mangku Karni. Menurut Mangku Karni yang melanjutkan jejak sang ayahnya, di Pura Dauh Pasar tidak pernah dipuput oleh sang sulinggih. “Jangankan pujawali tiap enam bulan sekali, saat karya ageng ngenteg linggih sekitar tahun 1983, juga tidak melibatkan sang sulinggih,” jelas Jro Mangku dengan heran.
Ternyata, apa yang diwariskan di pura ini, sampai sekarang tidak pernah ada yang melanggar. Konon pada saat upacara, pernah dipuput seorang sulinggih, namun setelah muput di pura ini, sang sulinggih bersangkutan lebar. “semenjak nika, pujawali tidak pernah dipuput sang sulinggih,” tambah Jro Mangku.
Ternyata usut punya usut, pura yang punya kaitan secara sekala dan niskala dengan Pura Bugbugan di Marga, Tabanan, juga pantang setiap pujawali dipuput sang sulinggih. Karena itulah, Jro Mangku hanya menerima tradisi ini secara turun-temurun, tidak ada yang berani melanggar.
Pada suatu saat, pernah jro Mangku Pura Bugbungan muput di Pura Dauh Pasar, di mana jro mangku yang bersangkutan menggunakan genta. Apa yang terjadi? Tidak lama ngujanran mantra, genta yang digunakan jro mangku Bugbugan jatuh, padahal sebelumnya Jro Mangku lainnya sudah menyarankan agar tidak menggunakan genta.
Nah, seperti itulah ceritanya, percaya tidak percaya, krama Banjar Binong sama sekali tidak berani melanggar tradisi sakral tersebut. Sejatinya, banyak keunikan lainnya yang bersifat sakral. Bahkan, warga Pekilen yang menyandang keturunan Brahmana wangsa, jarang yang berani tangkil ke Pura Dauh Pasar. Menurut Jro Mangku Karni, apakah dengan adanya pantangan ini, mereka tidak berani tangkil atau sembahyang di Pura Dauh Pasar.
Sementara itu, perlu diketahui, pujawali hari ini tanggal 4 April 2018, diawali dengan aktivitas mareresik pada Minggu 1 April 2018, dan krama luh juga ngayah matanding dan membuat jajan-jajan upakara di pura. Selanjutnya, pada hari ini, krama lanang juga ngayah mebat (nyate) untuk upakara.
Di samping juga pujawali hari ini, pada dinihari dilaksanakan upacara pawintenan pertisentana (anak) pamangku yaitu I Made Adnyana. Karena ayahnya Jro Mangku Karni kondisinya sudah agak usur dan sakit-sakitan. Guna melancarkan pelayanan kepada pangempon khususnya dan umat Hindu umumnya, maka tanjek pujawali hari ini dibuatkan upacara pawintenan. Pawintenan ini juga tidak melibatkan pamuput dari sang sulinggih. Namun tetap nunas padambel kepada sang sulinggih. Setiap pujawali Ida Bhatara nyejer selama satu hari, pada Kamis malam langsung nyineb, setelah dilaksanakan dudonan napak pertiwi (masolah) dari tapakan Barong Ratus Bagus dan Ratu Ayu dari Banjar Sayan. Itulah seklumit cerita di Pura Dauh Pasar dan keunikannya, di samping masih ada keunikan lainnya yang perlu diketahui pada pembahasan selanjutnya. (*) patra
Data Populasi Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
LAKI-LAKI : 2687 ORANG
PEREMPUAN : 2734 ORANG
BELUM MENGISI : 2 ORANG
TOTAL : 5423 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
BELUM MENGISI
TOTAL
Desa Werdi Bhuwana berada di Kecamatan Mengwi , Kabupaten Badung , Provinsi Bali.
| Kode Desa | : | 5103022013 |
| Kode Kecamatan | : | 510302 |
| Kode Kabupaten | : | 5103 |
| Kode Provinsi | : | 51 |
| Kode Pos | : | 80351 |
JALAN RAYA MENGWI-BEDUGUL, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung - Provinsi Bali
| Senin | 08:00:00 - 15:00:00 | |
| Selasa | 08:00:00 - 15:00:00 | |
| Rabu | 08:00:00 - 15:00:00 | |
| Kamis | 08:00:00 - 15:00:00 | |
| Jumat | 08:00:00 - 12:00:00 | |
| Sabtu | Libur | |
| Minggu | Libur | |
OpenSID 2510.0.0 - Pusako v3.8

